Setelah melalui proses yang panjang, Cadbury akhirnya menerima pinangan Kraft Foods. Padahal, tawaran produsen raksasa makanan dan minuman asal Amerika itu, sudah ditolak berkali-kali.

Kraft berhasil menaklukan Cadbury, setelah menaikan harga penawaran hingga USD18,9 miliar.

Dalam pernyataannya, Kraft menyebutkan, Dewan Cadbury menyetujui secara bulat tawaran senilai 840 pence per saham, atau dengan total nilai 11,9 miliar poundsterling.

Sebelumnya, tawaran yang diajukan hanya 500 pence per lembar saham, ditambah penerbitan 0,1874 saham baru. Setelah transaksi ini dipublikasikan, saham Cadbury naik 3,3 persen atau menjadi 834 pence.

Berikut kronologis transaksi Kraft atas Cadbury

7 September 2009
Kraft Foods, mengajukan penawaran untuk membeli perusahaan gula-gula Inggris Cadbury Plc senilai 10,2 miliar poundsterling atau setara USD16,7 miliar.

Kraft Foods menawarkan 300 pence atau USD4,92 dalam bentuk uang tunai, dan 0,2589 saham baru. Tawaran itu setara dengan 745 pence untuk setiap lembar saham Cadbury, atau menggambarkan angka premium 31 persen lebih besar dibandingkan harga saham Cadbury pada penutupan perdagangan kala itu sebesar 568 pence.

19 November 2009
Tidak hanya Kraft, Hershey pun juga berminat membeli Cadbury. Pertarungan pun semakin seru. Setelah itu, semakin banyak produsen yang berniat membeli Cadbury. Adalah produsen cokelat dari Italia Ferrero bersama produsen asal Amerika Hershey Co akan berkolaborasi, merebutkan produsen pembuat Dairy Milk tersebut. Namun, lagi-lagi tawaran itu ditolak.

20 November 2009

Melihat peluang itu, Kraft Foods semakin ngotot ingin memiliki Cadbury Plc. Taktik lain pun dilancarkan. Kraft siap memangsa divisi Cadbury di Rusia.

Kraft pun sempat meminta izin kepada Pemerintah Rusia untuk mengakuisisi Dirol Cadbury. Menurut RIA Novosti Agecy, Kraft telah menyiapkan dana USD16 miliar untuk bisa mengambil alih Dirol.

28 November 2009
Hershey dan rekanannya Ferrero terus mematangkan rencananya merebut Cadbury.

Cadbury sendiri didirikan oleh Quaker yang memasarkan minuman kakao sebagai alternatif pengganti minuman alkohol. Sementara Milton Hershey, terinspirasi oleh pembangunan desa Cadbury's Bourneville Hershey di Pennsylvania.

8 Desember 2009
Cadbury mulai condong ke Kraft, ketimbang produsen lain. Namun, produsen gula-gula asal Inggris ini masih jual mahal, dengan mempertimbangkan matang-matang seluruh tawaran yang datang.

14 Desember 2009
Perusahaan cokelat Cadbury kembali menolak penawaran Kraft Foods, atas pembelian sejumlah sahamnya. Sejumlah cara yang dilakukan Kraft untuk menguasai Cadbury pun ditolak mentah-mentah.

Manajemen Cadbury memberikan alasan penolakan itu demi menjaga perusahaannya tetap independen. "Kraft mencoba membeli Cadbury dengan harga yang murah, kurang dari dana yang kami butuhkan," dalam waktu jangka panjang," ujar Chairman Cadbury Roger Carr, seperti dikutip AFP.

19 Januari 2010
Cadbury akhirnya menerima tawaran Kraft setelah harga penawarannya ditambahkan.


sumber : okezone.com

Comments (0)